Warga Dusun Membalong Tolak Tambang Pasir

by -

*Dinilai Tanpa Ada Persetujuan Warga, Gunakan Sistem Kapal Isap

foto A-tambang pasir diprotes

Foto: ist
Puluhan Warga mengadakan unjuk rasa di lokasi tmabang: INSERT: Beberapa pelampung yang sementara diangkat dari air sebagai tanda penghentian sementara operasi tambang.

MEMBALONG-Puluhan masyarakat Dusun Padang Kandis, Desa Padangkandis, Kecamatan Membalong, melakukan aski unjuk rasa di lokasi tambang pasir milik PT PMS (Parit Mujur Sejahtera), Kamis (30/7) kemarin. Mereka menolak operasi PT PMS yang menambang tanpa ada sosialisasi dengan warga sekitar.

Masyarakat menyesalkan pihak PT PMS tidak pernah mensosialisasikan dan meminta izin kepada warga setempat mengenai penambangan yang kini menggunakan sistem kapal isap. Alasan warga, adanya teknologi penambangan ini dianggap bisa merusak lingkungan hidup.
Informasi yang diperoleh Belitong Ekspres dari beberapa sumber menyebutkan, terlihat warga dan pemilik PT PMS  seperti Tomi Gunawan dan investor PT Pionir Pimpinan Bambang melakukan dialog di lokasi tambang. Dari hasil pertemuan ini, melahirkan beberapa kesepakatan kedua pihak.
Di antaranya, perusahaan untuk sementara menghentikan aktivitas tambang apapun sebelum ada persetujuan dari masyarakat. Lantas, kedua pada hari Selasa tanggal  4 Agustus 2015 akan diadakan pertemuan di Balai Desa Padangkandis. Jadi, masing-masing pihak menahan diri jangan sampai ada hal hal yang tidak diinginkan.
Kapolsek Membalong Ipda Sugraito melalui salah satu anggota Polsek Membalong membenarkan adanya informasi tersebut. “Tidak ada keributan dalam masalah ini (meski ada protes,Red), semua berjalan aman dan lancar,” katanya.
Sementara itu, Bambang dari PT Pioner ketika coba dikonfirmasi melalui telepon seluler belum bisa terhubung. Belitong Ekspresyang mencoba kirim SMS (short message service) tak ada jawaban dari nomor hp yang dituju yakni di 0811xxxxxxx.(kin)