Warga Sepakat Berdamai Dengan PT MKM, Asalkan…

by -

PANGKALAN BARU-Setelah berunjukrasa dengan melakukan orasi damai selama dua hari satu malam, akhirnya ratusan warga desa Tanjung Gunung Kecamatan Pangkalan Baru mau berdamai setelah tuntutan mereka disepakati PT Mandiri Karya Makmur (MKM) yang bergerak di bidang pertambangan galian C, Jum’at (4/9) sore.
Pihak perusahaan diwakili oleh Fuad dan Suwito pun menyanggupi 4 item dari 8 item yang menjadi tuntutan warga dan hal itu telah disepakati bersama dengan warga dengan perjanjian hitam diatas putih dan bermaterai 6.000 yang diwakili Ali Hanafih, Amirudin, Kardin, La Ode Boleo dan disaksikan oleh Ketua BPD Tanjung Gunung, Komarudin. Adapun keempat item yang dimaksud yakni ganti rugi terhadap rumah-rumah warga yang terkena dampak usaha pertambangan berdasarkan analisa oleh tim. Bantuan berbentuk CSR dari perusahaan akan diberikan kepada masyarakat secara langsung, tidak lagi melalui pihak Pemerintah Desa atau Kabupaten Bateng lagi agar lebih terkoordinir. Perusahaan akan membuka lowongan kerja khusus masyarakat setempat, berdasarkan kebutuhan dan kemampuan pelamar. Terakhir, perusahaan siap menindaklanjuti laporan warga, bilamana ada kendaraan mitra yang ugal-ugalan membawa batu dari PT. MKM untuk diberikan sanksi tegas dengan langsung diblacklist. “Masyarakat percaya dengan kesepakatan tersebut dan tinggal menunggu realisasinya, bilamana kedepan tidak ada realisasi maka kami akan datang kembali ke PT MKM dengan massa lebih banyak lagi,” ujar koordinator aksi Ali Hanafih.
Selain kesepakatan tertulis yang disepakati itu, ia juga minta agar pihak perusahaan memecat karyawannya yang tidak mampu mengakomodir warga atas insiden kerusakan rumah warga ini. “Terutama humasnya, naif apabila selama ini yang diakomodir perbaikan hanya segelintir rumah warga yang rusak, sementara rumah yang rusak akibat bom dinamit tersebut lebih dari separuh rumah penduduk Desa Tanjung Gunung,” tegas Ali Hanafih.
Sementara perwakilan perusahaan, Fuad menyampaikan permohonan maaf kepada warga desa Tanjung Gunung, karena pihaknya baru mengetahui bahwa ada tuntutan warga pada Kamis (3/9) kemarin, karena sebelumnya masalah di lapangan ini seperti ganti rugi rumah warga yang rusak dan lainnya dianggap telah selesai berdasarkan laporan bawahan yang ada di lapangan. Sehingga dirinya bersama perwakilan pihak perusahaan, datang ke Tanjung Gunung pada Jum’at (4/9) untuk mengclearkan permasalahan yang terjadi. “Jadi keempat item yang disepakati Jum’at (4/9) sore ini, selanjutnya akan kami bawa ke kantor pusat perusahaan di Jakarta untuk dirapatkan oleh pemegang saham PT. MKM. Baru setelah itu, diimplementasikan dalam program ganti rugi rumah rusak akibat dampak dari peledakan batu gunung yang dilakukan pihak kami,” ujar Fuad.
Terkait program CSR yang indikasinya tak terealisasi optimal, maka Fuad pun mengaku jika selama ini pihaknya memberikan CSR melalui pemerintah desa dan kabupaten Bateng. Namun sesuai tuntutan warga, maka kedepan pihaknya akan memberikan CSR tersebut langsung kepada warga yang disinkronkan dengan laporan ke Pemerintah Bateng bahwa PT. MKM telah memberikan CSR nya secara langsung kepada warga desa. “Terkait masalah adanya anak buah di lapangan tidak mampu akomodir warga setempat atas keluhan selama ini. Maka kami pun akan segera bentuk tim internal, lalu melakukan evaluasi kinerja bawahan di lapangan. Kalau terbukti tidak beres, maka akan kami akan berikan sanksi sesuai mekanisme perusahaan,” tukasnya.
Fuad pun berharap, agar kemitraan antara perusahaan dengan masyarakat harus senantiasa terjalin dengan baik. Karena pihaknya sebagai investor, tentunya selain ingin mencari keuntungan pihaknya juga berusaha agar masyarakat sekitar sejahtera melalui program kerja termasuk pemberdayaan sosial dan budaya serta peningkatan ekonomi kreatif masyarakat sekitar. “Jadi, kami pun berharap kedepan tidak ada aksi unjuk rasa, karena secara jujur kami pun merasa dirugikan akibat aktifitas produksi yang menjadi terhambat,” tandas Fuad.
Sementara Kapolsek pangkalan baru, Iptu. May D. Sitepu bersyukur karena aksi unjuk rasa berjalan dengan damai, aman, kondusif dan tidak anarkis. Diungkapkan Iptu. May, jika pihaknya telah melakukan pengamanan selama 2 hari 1 malam untuk personil Polri khususnya Shabara dan Satlantas. Lalu 7 hari 7 malam untuk anggota Satintelkam dan Satreskrim. “Agar aksi serupa tak terulang kembali kedepannya, maka kami mengharapkan agar pihak perusahaan segera merealisasikan kesepakatan tersebut demi kelancaran bersama,” tandas Iptu May.(and)