Warga Serbu Tempat Penemuan Batu Akik

by -

Bongkahan Akik Dijual Warga

RIAUSILIP – Temuan batu akik di lokasi eks tambang Parit 17, Dusun Tungkup, Desa Riau, Kecamatan Riau Silip yang diberitakan Radar Bangka, mengundang perhatian penggila batu. Warga berduyun-duyun mendatangi lokasi untuk melihat secara jelas jenis batu Badar Besi tersebut. Tampak belasan warga yang berasal dari desa setempat serta Belinyu sengaja menggali lokasi eks tambang itu demi mengambil bongkahan batu yang terdapat didalam tanah.
Hal tersebut sengaja mereka lakukan demi mendapatkan rupiah dan sesuap nasi. Pasalnya, temuan bongkahan batu itu kini banyak diminati oleh banyak kalangan. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Sukma, warga Gunung Pelawan Belinyu bersama seorang rekannya yang sengaja datang ke lokasi untuk menambang bongkahan batu tersebut. Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti martil dan linggis, kedua pemuda tersebut berhasil mengumpulkan bongkahan batu yang berwarna kehijauan dan hitam serta memiliki serat itu. Rencananya bongkahan batu tersebut akan dijual kembali karena ada yang meminatinya.
“Baru hari ni la kami mulai a. Ni ge pakai alat seadanya tuk buka lubang ni. Jadi la pak. Kalo laku pacak kek beli
beras. Soalnya banyak yang mesen a,” ungkap Sukma kepada sejumlah wartawan, kemarin (15/4). Lanjutnya, bongkahan batu tersebut memiliki keunikan tersendiri. Pasalnya, bongkahan batu yang berwarna hitam itu apabila di asah lalu di senter, cahaya akan tembus dengan warna kehijauan.
“Kami dak tau ape batu ni ape name a. Ade yang bilang batu akik. Ade yang bilang giok. Ade juga yang bilang batu hijau. Karena cerita batu ni la nyebar kemane-mane, maka a kami kesini sengaja nambang a batu tu sebelum diambil oleh pemda,” tambahnya. Ditambahkan oleh Rio, warga Dusun Tungkup mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir lokasi eks tambang tersebut dipadati oleh puluhan orang dari berbagai daerah yang sengaja datang untuk mengambil bongkahan batu tersebut. Lantaran terkendala peralatan, para penggila batu pun hanya bisa mengambil bongkahan tersebut dengan cara manual seperti menggali tanah menggunakan cangkul lalu bongkahan tersebut dipecahkan menggunakan linggis dan martil.
“Setiap hari lokasi ini dipadati orang tuk ngambik bongkahan tu. Karena peralatan a minim, susah tuk
ngangkat bongkahan batu tu didalam tanah,” tambahnya. Sementara itu, menurut Sugiyanto, Ketua RT setempat dirinya lah orang pertama kali yang menemukan bongkahan batu yang katanya batu akik jenis badar besi itu. Awalnya, beberapa
bulan yang lalu sebelum pameran batu akik di gelar di BKPM Sungailiat, Yanto sengaja mendatangi lokasi eks tambang Parit 17 Dusun Tungkup untuk mencari batu jenis kinyang.
Dengan menggunakan peralatan seadanya, batu kinyang yang ia cari tak berhasil ia temukan. Akan tetapi, saat itu berkah menuai dirinya. Yanto mendapati bongkahan besar yang terdapat didalam tanah sedalam 1 meter ini. Setelah itu, bongkahan batu tersebut ia ambil untuk dijual kepada rekannya yang tinggal di Sungailiat. “Ku la lupak kapan nemu a. Tapi yang pasti a sebelum ada acara pameran batu di BKPM Sungailiat. Ku datang ke lokasi tu tuk nyarik batu Kinyang. Rupe a ketemu kek batu ni. Sudeh tu ku ambik sedikit dan ku bawak pulang untuk di asah. Rupe a bagus jadi batu a,” ungkapnya.
Atas temuan tersebut, Yanto pun banyak meraup rupiah. Pasalnya, batu yang ia asah sempat di beli oleh rekannya
seharga 1,2 juta rupiah. “Waktu ditawar 900 ribu, dak ku jual. Tapi kawan ngedesak nawar tinggi, terpaksa la ku jual. Lagian ku punya stock banyak bahan a di rumah,” katanya.
Sebelumnya, Batu Akik jenis Badar Besi ini rencananya akan diangkat menggunakan alat berat lalu di simpan di
kantor Kecamatan Riau Silip sebagai Icon kecamatan setempat. “Jadi kita sudah berkoordinasi dengan Camat Riau Silip agar batu itu diamankan. Nantinya, Pemkab Bangka akan membantu dana untuk pengangkatan batu itu menggunakan alat berat untuk disimpan di kantor Camat Riau Silip. Batu itu nantinya dijadikan ikon kecamatan setempat,” jelas Bupati Bangka. Ir Tarmizi H. Saat., MM.(rif)