Warga Tangkap Dua Anak Pecuri Pisang

by -

*Katanya untuk Biaya Lebaran, Polisi Upayakan Diversi

TANJUNGPANDAN-Dua orang pemuda putus sekolah yang diketahui berinial DK (13) warga Dr Susilo Paal Satu dan AR (13) warga Jalan Pemuda Air Raya, nekat mencuri pisang milik Garud, di Air Serkuk Gang Sawah, Rabu (24/6) lalu. Karena diketahui warga, dua bocah ini akhirnya diserahkan polisi setelah warga setempat menangkap basah kedua pelaku.
Kedua pelaku diamankan salah satu warga sekitar yang bernama Bagus Wijaya (25). Pelaku kedapatan membawa gelangsing (kantong beras,Red) berisikan pisang saat mengendarai kendaraan bermotor miliknya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres menyebutkan, pada saat itu, pelapor (Bagus,red) sedang membuat sangkar burung di kebuh tak jauh dari lokasi pencurian. Setelah itu, datanglah Garud, sang  pemilik pisang yang dicuri menemui Bagus
Garud bertanya kepada Bagus. “Gus mikak lihat pencuri pisang ke?” Lantas Bagus menjawab tidak tahu. Tak selang beberapa lama, Bagus melihat ada dua orang bocah mengunakan membawa gelangsing berisikan pisang.
Mengetahui hal tersebut, Bagus langsung mengejar kedua bocah itu. Setelah mendapatkan kedua bocah ini, Bagus mengintrogasi secukupnya. Terlihat gerak gerik bocah tersebut yang nampak mencurigakan, Bagus membawa dua anak itu ke RT setempat.
Untuk menghindari bulan-bulanan masyarakat, Bagus memutuskan untuk melaporkan  kedua pelaku beserta barang bukti ke Polres Belitung. Setelah mendapat laporan tersebut, kedua pelaku langsung diamankan di Polres Belitung.
KBO Reskrim Polres Belitung Iptu Karyadi seizin Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara mengatakan, kedua pelaku sudah diperiksa. “Saat ini keduanya masih berada di Polres,” ujar Iptu Karyadi kepada Belitong Ekspres, Kamis (25/6) kemarin.
Ketika disinggung mengenai proses hukum kedua bocah ini, Iptu Karyadi menjelaskan, proses hukum tetap berlanjut. Namun, kedua pelaku ini tidak dapat ditahan lantaran masih di bawah umur.
“Berdasarkan Pasal 32 ayat 2 Huruf A menyebutkan, penahanan terhadap anak dapat dilakukan dengan syarat, yakni minimal usia anak tersebut 14 tahun atau lebih. Sedangkan usia keduanya masih 13 tahun, jadi mereka tidak ditahan melainkan dilakukan diversi,” kata Iptu Karyadi.
Dijelaskan lagi Iptu Karyadi, Sesuai Pasal 7 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012, Tentang Sistem Pradilan Pidana Anak, Pasal 7 Ayat 1, Pengadilan Negeri wajib mengupayakan diversi (pengalihan penanganan kasus anak, termasuk menghindarkan dari penahanan,Red). “Sementara itu, barang bukti berupa tiga tandon pisang dan pisau yang dihunakan pelaku, diamankan sebagai barang bukti,” tuturnya.
Untuk mencegah terjadinya persitiwa serupa, KBO Reskrim menghimbau kepada para orang tua agar mengawasi anaknya. “Jangan sampai anak-anaknya menjadi pelaku tindak pidana kriminal,” pungkasnya.
Sementara itu, dari pengakuan DK dan Ar mereka sudah merencanakan pencurian pisang tersebut. Menurutnya, mereka nekat melakukan perbuatan ini lantaran ingin berbelanja menjelang Idul Fitri mendatang.¬† “Rencana pisang-pisang ini kami jual dipasar. Setelah itu, uang hasil penjualan ini kami gunakan untuk persiapan lebaran,” ujar mereka berdua dihadapan penyidik Polres Belitung. (kin)