Waspada Virus Zika dengan 3M

by -

PANGKALPINANG – Meski belum mendapat laporan adanya kasus virus Zika, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang kembali mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap virus yang bisa menyebabkan kecacatan pada janin. Pasalnya, virus yang cukup mematikan ini kini sudah masuk Indonesia.

“Belakangan ini virus Zika sudah dikabarkan masuk Indonesia yakni seperti Yogyakarta, Bali dan Jambi. Nah kalau sudah masuk Indonesia, tidak menutup kemungkinan bisa masuk ke Pangkalpinang, jadi kita perlu waspada,” ungkap Kepala Dinkes Kota Pangkalpinang, dr Syahrizal kepada Babel Pos, Minggu (29/5) kemarin.

Seperti diketahui bersama, jelas Syahrizal, penularan virus Zika sama seperti halnya virus demam berdarah dengue (DBD) yakni melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Sehingga, tegasnya, penanganannya pun sama persis seperti memberantas DBD.

Karena penularannya sama dengan DBD, Syahrizal pun juga mengimbau kepada masyarakat agar rutin melaksanakan kegiatan 3M, yakni menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.

Selain itu, lanjut Syahrizal, memberikan obat anti nyamuk abate pada bak penampungan air. Ia menerangkan, yang terpenting adalah membasmi nyamuk Aedes aegypti sehingga virus tidak akan tertular ke manusia.

Diterangkannya, jika pola penyakit infeksi virus Dengue penderita akan merasakan demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki, serta nyeri otot dan sendi. Sedangkan penderita virus zika mengalami mata merah karena mengalami radang konjungtiva atau konjungtivitis disertai sakit kepala.

“Virus Zika juga tidak menyebabkan penurunan kadar trombosit. Dan masa inkubasi hampir mirip dengan infeksi virus Dengue yakni beberapa hari sampai satu minggu. Kalau sekilas hampir mirip virus Dengue sehingga adanya infeksi ini sering tidak terdeteksi karena umumnya gejalanya ringan,” imbuhnya.

Kendati virus ini tidak menyebabkan kematian, namun ia menegaskan agar masyarakat khususnya ibu hampil tetap harus mewaspadainya. Sebab jika terkena virus ini, jabang bayi akan mengalami ketidaksempurnaan tubuh atau bisa mengalami cacat pada tubuh.

“Ibu-ibu yang terinfeksi oleh virus ini saat hamil bisa melahirkan bayi dengan kelainan kepala yakni kepala berukuran kecil, sehingga perkembangan otaknya menjadi terganggu. Untuk itu, karena dampak penyakit ini berbahaya, maka kita harus dapat menjaga daya tahan tubuh dan memperhatikan lingkungan sekitar,” pungkasnya.(pas)