Waspadalah! di Beltim Sudah 3 Orang Meninggal Karena Covid-19

by -
Waspadalah! di Beltim Sudah 3 Orang Meninggal Karena Covid-19
Prosesi pemakaman Jenazah Ny SN di TPU Padang Manggar, Senin (22/2) subuh kemarin.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Warga Desa Padang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Beltim, Ny SN (56) yang merupakan pasien Covid-19 meninggal dunia, Senin (22/2) dini hari. Sebelumnya, pasien ini sempat menjalani perawatan selama 2 hari di RSUD Beltim.

Pasien dipastikan positif Covid-19 usai menjalani swab antigen di RS Utama Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Direktur RSUD Beltim, dr Vonny Primasari MARS mengatakan, Ny SN merupakan pasien rujukan dari RS Utama sejak, Sabtu (20/2).

“Pasien bernama nyonya SN 56 tahun, alamat Desa Padang, Manggar. Pasien itu masuk pada hari Sabtu sore kemarin, masuk ke rumah sakit pukul 20.30 WIB. Itu langsung masuk ke ruang isolasi,” terang dr Vonny kepada Belitong Ekspres, Senin (22/2).

“Karena ini pasien rujukan dari RS Utama, pihak RS utama sudah telepon kita ke sini. Jadi di sini sudah siap tidak melalui skrining lagi, langsung masuk ruang isolasi, langsung pemeriksaan. Beliau positif swab antigen,” sambungnya.

Lebih lanjut dr Voni menerangkan, pasien memeriksakan diri di RS Utama dengan keluhan batuk pilek dan dahak banyak. Selain itu, sebelumnya pada Sabtu (20/2) pagi pasien juga mulai merasakan sesak.

“Pemeriksaan di sana (RS Utama) sudah mulai demam pas hari Sabtu itu, tapi batuknya sudah sejak 3 hari. Di RS Utama dicek swab antigen hasilnya positif, jadi dari RS Utama langsung telepon ke sini (RSUD) untuk dirujuk ke sini,” terangnya.

“Setelah itu, pukul 20.30 WIB sudah masuk ruang isolasi RSUD, kondisinya sadar tekanan darah 130/81, nadi masih bagus, suhunya masih 36, cuman Sto-nya sudah mulai turun 83%,” imbuh Direktur RSUD Beltim.

Awalnya, lanjut dr Voni, pihak RSUD sempat menanyakan terkait riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19. Namun pasiennya menyangkal. Hanya saja kata dia, pasien ini ada riwayat hipertensi. Sejak 10 tahun belakangan, wanita kelahiran Bengkulu 21 Agustus 1964 itu, minum obat hipertensi secara teratur.

Selanjutnya dari dokter umum yang menjaga isolasi langsung dikonsultasikan ke dokter spesialis, rencana akan dilakukan Swab PCR pada Senin (22/2). “Nah, hari Minggu paginya tidak masalah sampai sore. Mulainya menjelang malam pukul 20.30 WIB, seharian saturasinya itu sudah mulai turun, tapi kondisinya sadar,” ulas dr Vonny.

Kemudian, sampai pukul 23.30 WIB, kondisi pasien semakin memburuk, saturasinya tinggal 28, atau tinggal 8 persen. Pasien sempat langsung di RJP menerima siklus, tapi belum ada reaksi sama sekali. Lantas, dimasukkan obat, terus dibantu napas lagi sampai 5 kali.

“Sampai pukul 23.55 WIB, responnya sudah tidak ada, juga dibantu napas, sudah putus siklus, dimasukkan obat juga tidak masuk. Dicek nadi, mata, juga EKG udah flat. Jadi dokter sudah menyatakan meninggal di hadapan perawat. Saat itu perawat yang berada di dalam, sedangkan keluarga pasien berada di luar,” ulas dr Voni.

Setelah semuanya dibereskan, barulah dokter jaga isolasi menyampaikan bahwa pasien meninggal pukul 23.55 WIB. “Dokter pas keluar, baru melaporkannya langsung dari RSUD, langsung melapor ke kasi, kasi kemudian melapor ke saya, terus langsung koordinasi ke dinas kesehatan, BPBD dan TNI Polri,” sebutnya.

“Pas saya datang ke sini jam 1 (dini hari), itu termasuk Dinas Kesehatan sudah hadir. Jadi kami sama-sama menyampaikan, dan keluarganya memang sudah tahu untuk pemakaman secara Covid, dan keluarganya minta untuk melihat terakhir, suami dengan anaknya,” tukas dr Voni.

Dia melanjutkan, lalu suami pasien dengan salah satu anaknya masuk untuk melihat terakhir kalinya dengan memakai baju hazmat lengkap, kemudian keluar. “Terus dari Satgas kami merapikan sampai memasukkan ke dalam peti, setelah siap dishalatkan baru menantunya yang masuk untuk ikut menshalatkan. Udah itu hampir jam 4-an atau 4.30 WIB mereka keluar dari rumah sakit menuju pemakaman di Uris Jaya Desa Padang Manggar,” pungkasnya.

Diketahui, Ny SN merupakan pasien Covid-19 Beltim ke-3 yang meninggal dunia. Sebelumnya, Tn Su (71) warga DKI Jakarta kelahiran Tanjungpandan, berdomisili di Mes salah satu perusahaan di Desa Lilangan Kecamatan Gantung. Pasien meninggal pada hari Minggu (17/1), pukul 12.17 WIB.

Kemudian, salah satu warga Desa Baru, Kecamatan Manggar, DA (42) meninggal dunia pada Rabu (17/2) pukul 07.35 WIB. Sehingga jumlah pasien meninggal dunia akibat covid-19 di Kabupaten Beltim hingga saat ini sebanyak 3 orang. (dny)