Waspadalah, Pasar Manggar Rawan Terbakar

RajaBackLink.com

BPBD Beltim Himbau Lebih Waspada
Kecepatan Angin di Atas 10 Knot

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Musim kemarau yang melanda, ditambah tingginya kecepatan angin belakangan ini, menjadi peringatan bagi masyarakat Pulau Belitung agar lebih waspada akan bencana kebakaran.

Hal itu disampaikan Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Andryanto Putra, sebagai himbauan terkait ancaman bencana kebakaran tersebut.
Menurut Andrey sapaan akrabnya, tingginya kecepatan saat ini angin mencapai di atas 10 Knot dan dapat memicu api kecil menjadi api besar. Bahkan ketika lahan terbakar pada hitungan detik api bakal merambat cepat dengan luasan beberapa hektar.

“Kecepatan angin sekarang itu sedah melebihi 10 knot, artinya kalau untuk merobohkan pohon itu sudah bisa. Dan waspada terhadap api, karena angin 10 knot itu dapat menyebarkan api dalam hitungan detik bisa satu hektar terbakar,” kata Andrey kepada Belitong Ekspres, Kamis (18/7) kemarin.

Dia kembali menjelaskan, salah satu penyulut api terbakar itu adalah udara/oksigen. Pasalnya, kecepatan angin 10 knot itu sangat kencang, dan api akan lebih cepat membakar apapun yang ada di lokasi.

Dicontohkan Andrey, untuk kota Manggar sangat rawan terbakar seperti di kawasan Pasar Manggar. Sebab, menurut Andrey wilayah Pasar Manggar masih banyak rumah tua dan ditambah lagi hembusan angin dari timur.

Baca Juga:  Pemkab Beltim Kirim Calon Naker Pelatihan

“Angin dari timur itu adalah angin yang panas, mudah terbakar. Jadi, hati-hati pasar Manggar. Kemudian juga yang mudah terbakar itu kawasan Modong, di sana sekarang padang rumput steva itu ada lebih kurang 300 hektar yang rawan terbakar. Sudah kita petakan dan kita himbau jangan membakar di sana,” sebut Andrey.

Untungnya, kata Andrey saat ini masyarakat sudah mulai peduli dengan himbauan BPBD Beltim. Sebab, setiap hari pihaknya berupaya melakukan sosialisasi ke masyarakat. Hal terpenting adalah mencegah jangan sampai adanya api, bukan hanya memadamkan.

“Pertama untuk hal-hal yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan, kami menghimbau ketika pada saat merambah hutan untuk kepentingan berkebun dan lain sebagainya, hindari kegiatan membakar. Karena pada suhu tinggi saat ini akan mudah sekali merambatnya api. Material kayu yang kering akan menyebabkan api yang besar,” terangnya.

Kemudian, dia mengingatkan jangan membiarkan atau meninggalkan sisa api pembakaran begitu saja. Harus dipadamkan dulu baru ditinggalkan. “Untuk memadamkan api itu gampang saja. Paling sederhana memadamkan api itu yang paling kecil dengan karung goni yang dibasahi, lalu memadamkan api dengan menyiram. Tapi, terpenting mencegah kebakaran tersebut,” tegasnya kembali.

Andrey juga berpesan, Kalau untuk di rumah pada saat musim panas ini buatlah stok air, sehingga jika terjadi sesuatu dapat digunakan untuk menyiram. “Lebih tepatnya, kami dari BPBD menghimbau agar segera menghubungi kami jika diketahui terjadi kebakaran. Kami telah menyiapkan empat armada kebakaran dengan kapasitas 16 ton. Itu bisa memadamkan api setinggi 30 meter,” ungkap Andrey.

Baca Juga:  Faktur Pengiriman Botol Kosong Jadi Pertanyaan

Selain itu, kebakaran juga berbahaya terhadap ternak. Himbauannya kepada pemilik ternak jangan meninggalkan ternak secara sendirian di padang rumput steva, karena jika terjadi kebakaran akan membunuh ternak tersebut.

“Pada malam hari ternak kalau bisa dimasukan ke kandang. Karena seperti semalam itu saat kebakaran di Kolong Kero, lebih kurang 60 ekor ternak kita evakuasi, kami amankan ternak yang dilepas di padang rumput saat terjadi kebakaran semalam. Sekarang ini banyak sapi dalam rangka untuk Idul Adha,” sebutnya

“Selanjutnya untuk di perumahan. Hati-hati mengecas HP, karena cas HP itu suhu tinggi. Kemudian hati-hati juga lemari Es dan kipas angin, karena dapat memicu kebakaran karena jarang dimatikan,” tandas Andrey.

Dia menambahkan, untuk kesiapan personil BPBD Beltim sudah melakukan kesiapan penanganan kebakaran di tahun ini. Sebab, di tahun 2018 lalu tercatat 178 kali kasus kebakaran. “Dengan penanganan oleh 24 personil Damkar, dan kesiapan 24 jam, rata-rata setiap personil memiliki keahlian dalam pemadaman api,” tutupnya. (dny)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply