World-Dec Bentuk Karakter Relawan

by -

PANGKALPINANG – World Development Committee (DEC) atau Panitia Pembangunan Dunia, mensosialisasikan pengembangan karakter calon relawan kemanusiaan yang ada di Kota Pangkalpinang,
Bertempat di Ruang OR Kantor Walikota Pangkalpinang, Sabtu (28/2) malam, lebih dari 600 calon relawan kemanusiaan dari Babel ikut dalam sosialisasi yang disampaikan Head Command Save For All, World-Dec, Ir Muhammad Taufik Ali Ashor, MoT.
Dalam penyampaiannya, Master of Trainner (MoT) di bidang character Building ini, menegaskan pentingnya pembentukan karakter anak bangsa. Menurutnya, karakter masyarakat haruslah terlebih dahulu dibentuk sebelum membangun infrastruktur.
Hal itu juga, katanya mesti ditanamkan di dalam mindset para calon relawan kemanuasian World-Dec, yang saat ini sedang dibentuk di Pangkalpinang (Papin-Dec). ” If you like to have a crop a century, go and educate your people atau jika anda ingin keberhasilan dalam satu abad, pergi dan didik masyarakat anda,” ujarnya.
Pria yang pernah menjabat Direktur HRD di 14 perusahaan besar di Indonesia ini menambahkan, setiap individu masyarakat harus memiliki motto, yakni be different, be daring and be first yakni berani tampil beda, tampil berani dan jadi yang pertama.
“Kita harus tampil beda dan berani untuk menjadi yang pertama. Sikap ini yang harus dimilik oleh seluruh relawan kemanusiaan agar sebuah dapat membangun dirinya sendiri dan masyarakatnya,” terangnya.
Pria yang lahir di Pangkalpinang, 56 tahun silam ini juga mengutarakan, pembangunan di bidang apapun tidak akan berhasil apabila sumber daya manusianya tidak memiliki karakter. Karakter itu adalah karaker yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW yakni jujur, tablig, amanah dan fatonah.
“Dengan jujur maka orang berani mengatakan yang benar. Kalau seseorang itu jujur dan berani mengatakan yang benar maka barulah diberikan amanah yang sifatnya tidak diminta namun diberikan ketika kita sudah bersikap jujur,” ungkapnya.
Namun kedua sifat ini, lanjut konsultan sumber daya manusia ini, tidak cukup kecuali harus dilengkapi sifat fatonah. ” Sifat fatonah ini seperti rembulan yang menyinari malam yang gelap. Fatonah ini adalah sikap untuk terus belajar menimba ilmu, karena itulah faktor untuk memerangi kebodohan,” imbuhnya.
Untuk itu, ia meminta setiap calon relawan kemanusiaan di Babel wajib memiliki empat sifat tersebut, sebab relawan kemanusiaan merupakan garda terdepan dalam membangun karakter masyarakat. Dan ini merupakan keinginan dari World-DEC selaku organisasi internasional yang bergerak di bidang relawan kemanusiaan.
“Seorang relawan kemanusiaan itu harus menjadi inspirator bagi masyakarat. Harus memiliki karakter karena karakter itu adalah keteladanan atau panutan. Karakter juga merupakan proses internalisasi etika dan moral membentuk perilaku positif dan inilah yang diperlukan oleh masyarakat kita untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan,” tutupnya. (cr61)