Woww! Cantiknya Pulau Sumedang

by -

*Ada Sumur Tua “Ajaib” Peninggalan Zaman Belanda
*Promosi Pariwisata Terkendala Jaringan Komunikasi

pariwisata-edisi-31-maret-2017-mercusuar-sumedang
Pemandangan dari atas Mencusuar Pulau Sumedang

MEMBALONG  – Keindahan alam Pulau Sumedang betul-betul menakjubkan. Tentunya ketika berkunjung ke pulau terluar di Kecamatan Membalong ini, banyak hal menarik yang didapat. Disamping disuguhkan air laut yang jernih, juga ada bangunan mercusuar 19 lantai peninggalan kolonial Belanda tahun 1882.

Selain itu, nampak sebuah sumur yang cukup unik. Sebuah sumur peninggalan belanda ini hanya memiliki kedalaman sekitar empat hingga lima meter saja. Namun demikian sumur ini tak pernah mengering meski musim kemarau panjang.

Meski letaknya tak jauh dari pinggir laut, airnya tak terasa asin. Malah sumur ini menjadi alternatif warga setempat untuk kebutuhan sehari-harinya. “Biasanya warga kalau cuci beras juga di sinilah,” kata Umar kepada Belitong Ekspres sambil menunjuk ke arah sumur, Kamis (30/3).

Perkiraannya, sumur yang terletak di luar kawasan mercusuar, tepatnya di bagian belakang itu, digali atau buat oleh Belanda dalam waktu bersamaan, sekitar tahun 1882. Soalnya sumur tersebut bisa dikatakan paling  tertua di antara sumur lainnya.

“Kalau musim kemarau sumur ini tidak kering, padahal sumur warga yang lain sudah pada kering. Mungkin sebelum mereka (kolonial) buat ini telah diperkirakan dulu. Soalnya hingga saat ini sumur ini masih tetap kita manfaatkan,” ujarnya.

Umar melanjutkan,  seiring berjalan waktu peninggalan kolonial Belanda lainnya tidak lagi terlihat. Seperti piring dan mangkuk mulai tidak lagi terlihat. Barang-barang tersebut ada yang hilang dan sebagiannya ada yang pecah.

“Kalau keris, pedang dan yang lainnya secara langsung tidak pernah. Cuma warga sini biasanya sering dikasih tau lewat mimpi. Jika di pulau ini ada benda pusaka seperti itu. Namun kita tidak pernah melihat langsung atau mau mengambil barang-barang itu,” ungkapnya.

pariwisata-edisi-31-maret-2017-Sumur-tua-pulau-sumedang
Sumur tua peninggalan zaman belanda

“Kalau ingin dijadikan tempat wisata daerah ini bisa saja, tetapi kita terkendala di komunikasi. Soalnya sekarang di sini tidak ada jaringan telepon. Padahal dulu sempat berjalan beberapa tahun,” sambungnya.

Senada disampaikan Sekdes Pulau Sumedang Irwan, sekarang ini didesanya memang terkendala untuk jaringan komunikasi. Selain itu, kendala lainya adalah banyaknya batu-batu karang di alur yang menuju dermaga pulau tersebut. Ketika air surut, ini perahu sering kandas di atas batu karang itu.

“Kita di desa ini sekarang diharuskan buat laporan melalui sistem aplikasi. Jadi itu lah kendala yang desa kami hadapi sekarang. Dan, kita juga terkendala untuk pengerukan alur, agar gak nyangkut di karang saat air surut,” katanya.

Sementara itu, Kades Pulau Sumedang, juga membenarkan masalah akses telekomunikasi menjadi kendala di Pulau bependuduk kurang 550 jiwa tersebut. Sudah sejak lama masyarakat desa setempat sangat mendambakan jaringan komunikasi dari operator selulur bisa masuk di Pulau Sumedang.

“Dulu katanya kendala gak bisa dibangun, karena tak ada listrik. Sekarang udah ada listrik, jadi kami berharap akses telekomunikasi di Pulau Sumedang cepat dibangun, susah mau telepon,” harap Samsir (i1s/yud)