Yulhaidir: Program Kesehatan Jiwa Termasuk Rencana Strategis

by -
Program Kesehatan Jiwa Termasuk Rencana Strategis

Program Kesehatan Jiwa Termasuk Rencana Strategis

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Program kesehatan jiwa masyarakat Kabupaten Beltim termasuk salah satu rencana strategis kebijakan daerah. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Beltim, Muhammad Yulhaidir saat dikonfirmasi terkait peringatan Hari Kesehatan Jiwa Nasional setiap tanggal 10 Oktober.

“Kesehatan jiwa juga sudah masuk dalam rencana strategis kebijakan karena memang program kesehatan jiwa masuk ikon nasional melalui Germas, kelola jiwa dan stres. Ini bagian yang sebetulnya kita harus fokus,” ujar Yulhadir, Jum’at (11/10) kemarin.

Menurut Yulhaidir, saat ini konsentrasi DKPPKB Beltim melalui bidang Penyakit Tidak Menular adalah kesehatan jiwa. Yakni berfokus pada visitasi, stimulus dan poli jiwa di RSUD.

“Sejak awal kita sudah punya BKJM. Kemudian BKJM dilebur menjadi UPT, sekarang berada di bawah rumah sakit dengan nama Poli Jiwa. Poli jiwa ini, khususnya program yang berada di bawah dinas kesehatan memang kita susah berjalan bertahun-tahun (berjalan) dan teranggarkan,” jelas Yulhaidir.

Diakui Yulhaidir, program kesehatan jiwa yang rutin dilakukan adalah visitasi hieginis sanitasi jiwa. Di mana visitasi ditujukan bagi penderita gangguan jiwa yang terdata pada Dinas Kesehatan.

“Dalam kunjungan itu, kita memberikan bantuan ala kadarnya. Walau nilai uangnya kecil tapi dalam bentuk barang lengkap seperti sabun, sikat gigi, odol dan segala macam yang sifatnya stimulus. Itu diberikan kepada penderita sakit jiwa, baik yang baru maupun yang sudah lama,” kata Yulhaidir.

Visitasi hieginis sanitasi jiwa juga selaras dengan program home visit kesehatan jiwa yang terdiri dari tim pemantau rutin ke Desa-Desa. “Tahun ini anggaran kesehatan jiwa disiapkan untuk 217 jiwa, tapi nanti dengan pendataan PSPK mungkin di akhir tahun ada perubahan data. Apakah bertambah atau berkurang di tiap-tiap desa,” ujar Yulhaidir.