Yuslih Kembali Tegaskan Tolak Kapal Isap

by -

*Rekomendasi Penolakan akan Ditembuskan ke Presiden

Bupati, Yuslih Ihza, SE dan Wakil Bupati Beltim, Burhanudin duduk bersama SKPD untuk membahas dan menyatakan penolakan akan kehadiran kapal isap yang diperairan laut Belitung dan Beltim, di ruang rapat Bupati Beltim, Selasa (3/5) kemarin.
Bupati, Yuslih Ihza, SE dan Wakil Bupati Beltim, Burhanudin duduk bersama SKPD untuk membahas dan menyatakan penolakan akan kehadiran kapal isap yang diperairan laut Belitung dan Beltim, di ruang rapat Bupati Beltim, Selasa (3/5) kemarin.

MANGGAR – Bupati Belitung Timur (Beltim) Yuslih Ihza dan Wakil Bupati Beltim, Burhanudin kembali menegaskan sejak awal keduanya menolak kehadiran apalagi beroperasinya kapal isap produksi di perairan laut Beltim. Karenanya, isu miring yang mempertanyakan ketegasan Bupati Beltim terhadap kapal isap, tidak perlu diperpanjang.

Penegasan tersebut disampaikan saat menggelar konferensi pers di ruang rapat Bupati, yang dihadiri seluruh Kepala SKPD jajaran Pemkab Beltim, Selasa (3/5) kemarin. Bupati Beltim Yuslih Izha menyatakan, pihaknya sudah pernah menyampaikan penolakan kapal isap di laut Pering Kelapa Kampit melalui sejumlah media massa.

“Kepada media, sampaikan kepada masyarakat Beltim, masyarakat Babel bahkan masyarakat seluruh nusantara. Beberapa waktu lalu di media cetak saya sudah tegas dan katakan, bahwa saya menolak kapal isap di Beltim meski izinnya itu ada,” tegas Yuslih.

Yuslih menjelaskan, perizinan kapal isap yang muncul saat ini, telah ada sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Beltim. Sehingga dirinya merasa tidak pernah memberikan izin dalam bentuk apapun.

“Sebelum saya menjabat sebagai Bupati, izin itu sudah ada. Seingat saya tahun 2012 dan seingat saya pula ada 6 izin kepada PT. Timah. Di tahun yang sama saat, 12 anggota DPRD Babel termasuk saya sendiri, dari dapil IV menyatakan menolak keberadaan kapal isap di laut Belitung dan  Beltim pada khususnya,” paparnya.

Sejak saat itu lah,  waktu berjalan terus berjalan dan ia pun masih tetap konsisten, tetap menolak kapal isap. Beltim adalah tanah kelahirannya, yang tak mungkin ia tega merusak keindahan lautnya.

“Kenapa, saya lakukan karena Saya cinta Beltim. Tentu saya akan berpihak kepada masyarakat,” tukasnya.

Yuslih bahkan menggambarkan suasana dan cara kerja kapal isap. Menurutnya, kapal isap membuat kerusakan lingkungan yang nyata saat beroperasi di laut Bangka. Ia menyebut, lumpur akibat kapal isap di kawasan Pantai Pasir Padi Pangkalpinang mencapai satu meter lebih.

“Bapak Ibu mungkin belum tahu kapal isap berproduksi. Bagaimana mereka merusak terumbu karang, saya lihat di Bangka. Kalau terjadi di Beltim saya tidak tega. Betul ada devisa negara atau PAD, tapi bandingkan dengan kerusakan yang akan ditimbulkan nantinya,” sebut Yuslih.

Yuslih mengatakan, akibat kerusakan terumbu karang dan ekosistem laut oleh kapal isap, mustahil akan ada kehidupan kalau terumbu karang dirusak. Ia juga menyadari ada pro dan kontra keberadaan kapal isap tetapi dukungan bagi kapal isap harus dijelaskan keuntungannya. Malah sebaliknya, kerusakan lingkungan dan ancaman nelayan kehilangan mata pencarian.

“Secara tegas kembali saya katakan, bahwa meski bagaimana pun saya selaku pimpinan daerah, saya tetap menolak akan hadirnya Kapal Isap diperairan Belitung dan juga Beltim. Undang-Undang saja bisa di amandemen apalagi izin tambang oleh bupati. Kalau ada kewenangan saya, hari ini juga saya cabut semua izin, bahkan dari sebelumnya akan saya cabut. Masyarakat menolak dan saya pun menolak, parena ini tidak sesuai dengan visi misi, Kami yaitu kelautan, perikanan dan juga pariwisata,” tegasnya kembali.

Ia menambahkan, sebelumnya juga dirinya sebagai Bupati, sudah mengeluarkan surat rekomendasi penolakan kehadiran kapal isap ke Gubernur Babel, agar segera mencabut semua izin yang ada.

Tak hanya itu, ia akan segera kembali berkirim surat kepada Gubernur Babel dan Pemerintah pusat. Bahkan surat tersebut akan ditembuskan ke Menteri LH, Menteri ESDM, Mensesneg dan kepada Presiden RI, Joko Widodo.

“Apa kurang jelas sikap saya ini (Bupati, red). Mudah-mudahan dengan kita sampaikan (penolakan, red) peraturan dan izin bisa dibahas ulang, dan dicabut semua izin yang ada,” tandasnya.

Hadir mendampingi Yuslih, Wakil Bupati Beltim, Burhanudin, Asisten I Setda Beltim Sarjano, Asisten II Setda Beltim Peris Nainggolan, dan perwakilan KPLP Kelas I Manggar, serta seluruh Kepala SKPD di jajaran Pemkab Beltim, juga semua wartawan media lokal yang ada di Beltim. (feb)