Yuslih Tegaskan Optimis Raih Adipura

by -
Yuslih
Yuslih

MANGGAR – Bupati Belitung Timur (Beltim) Yuslih Ihza, menegaskan optimis dan bertekad agar Kabupaten Beltim untuk meraih penghargaan tertinggi kategori lingkungan, yakni piala Adipura. Berbagai upaya telah dilakukan, di antaranya pembenahan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang dianggap titik kelemahan selama ini.

“Berkaitan dengan keinginan memperoleh adipura ini, lingkungan harus bersih. Dan kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya,” ungkap Yuslih seusai menerima bantuan wadah tong sampah dari pihak ketiga, di halaman kantor Bupati Beltim, Senin (2/5) kemarin.

Dikatakan Yuslih, perhatian pihak ketiga untuk membantu Pemda Beltim dalam persiapan verifikasi adipura sangat berarti. Meski demikian, ia menolak jika disebut persiapan adipura bergantung pada bantuan pihak ketiga.

“Bukan semata-mata bantuan pihak perusahaan melalui CSR mereka, tapi pemda punya inisiatif dan sudah memulainya jauh hari,” sebut Yuslih.

Abang kandung Yusril Ihza Mahendra itu menegaskan, penambahan wadah tong sampah di beberapa titik penilaian adipura juga dibebankan kepada setiap SKPD. Hal ini merupakan kerjasama seluruh pihak agar celah kekurangan dapat diantisipasi.

“Bukan hanya itu, Saya sudah meminta SKPD melalui surat edaran agar juga membuat tong sampah. Karena Pemda sendiri tidak ada dana khusus untuk itu,” paparnya.

Yuslih menyebut keinginan pihak ketiga menyumbangkan wadah tong sampah sangat membantu memenuhi kriteria penilaian adipura.

“Kalau pihak ketiga mau membantu itu hal positif bagi kita. Saya juga meminta BLHD agar menambah pohon peneduh disepanjang jalan Sudirman. Saya juga menghimbau masyarakat mendukung agar kebersihan tetap terjaga,” tukasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Arbaie menjelaskan, bantuan wadah tong sampah merupakan salah satu pendukung adipura. Sebagaimana disyaratkan, wadah tong sampah yang terpasang harus terpisah berdasarkan jenis sampah.

“Ini pendukung adipura, selama ini sudah ada. Kekurangannya itu, kita punya dua tong (organik dan non organik, red). Padahal berdasarkan Permen LH yang terakhir, mewajibkan 5 tong untuk jenis sampah berbeda,” imbuh Arbaie.

Karenanya, BLHD bersama SKPD terkait mencari cara agar tong-tong sampah sesuai Permen terpenuhi.

“Selain wadah tong sampah, penilaian juga akan melihat indikator lain seperti kompos, bank sampah, sungai, shelter (Jaringan air yang terhubung dengan laut ) dan terakhir TPA,” terang Arbaie.

“Ada tim verifikasi yang akan turun dalam waktu dekat dari Kementerian dan juga dari Perguruan tinggi,” tuntasnya. (feb)