Yusril Bantah Kampanye Dalam Program “Catatan Yusril” di Stasiun TV One

by -

MANGGAR – Prof.Dr. Yusril Ihza Mahendra membantah jika tayangan acara di TV One yang selalu disajikan setiap Kamis malam, pukul 19.00 WIB, dalam acara “Catatan Yusril” adalah jualan untuk dirinya mencalonkan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Ia dengan tegas membantah pernyataan tersebut.

Hal tersebut ditegaskan Yusril saat berbincang dengan wartawan di kediamannya di Jalan Kartini, Desa Lalang Kecamatan Manggar, Rabu (10/3) lalu. Ketika ia sengaja pulang kampung untuk menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) 2016, di Rumah Dinas Bupati Beltim, Bukit Samak A1 Manggar.

“Program ini sebelumnya sudah dirancang oleh TV One sejak bukan November yang lalu, dan mereka meminta saya untuk menjadi Hostnya. Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan jualan Saya untuk mencalonkan diri di Pilgub DKI Jakarta mendatang,” Bahkan program tersebut juga sempat dikatakan program untuk kampanyenya Yusril untuk Pilgub DKI Jakarta,” tegasnya.

Yusril menyayangkan dengan adanya informasi tersebut. Yusril mengatakan program itu sebelumnya sudah dilakukan penelitian, bahwa ada kerinduan kedalaman tentang sesuatu, jadi bukan hanya dikulitnya saja.

Putra Daerah Belitung, yang lahir di Desa Lalang Kecamatan Manggar itu, juga mengatakan Karni Ilyas itu sudah sukses dengan ILC-nya, dan posisi Karni Ilyas melebihi mederator, dia adalah Host. Dia bisa melemparkan pertanyaan, pemikiran, perdebatan, dengan solusi yang menarik.

Berbeda dengan program Catatan Yusril adalah kebalikannya, orang akan melihat tokoh/host yang lebih banyak bicara, tentunya orang yang punya wawasan dan pikiran. Sehingga in bisa memberikan solusi sejauh mana bisa memberikan keterbukaan wawasan dan pikiran terhadap setiap orang yang diundang. Bahkan semua rakyat Indonesia pun bisa ikut menyaksikan program tersebut.

“Program ini adalah Talkshow interaktif, yang akan memberikan perspektif, opini, serta pandangan terhadap suatu peristiwa, persoalan ataupun permasalahan politik yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia,” terangnya.

Maka dari itu Yusril membantah jika program tersebut adalah program dari bagian kampanye. Bahkan ia menyebutkan program yang dibawakannya itu menelan biaya hingga ratusan juta. Dan itu juga bukan Yusril yang mendanai, jika memang dikaitkan dengan program kampanye.

“Bayangkan satu program di TV itu memakan biaya hingga dua ratus juta, seorang Yusril mana mungkin mau bayar dengan dana sebesar itu. Bahkan dengan adanya program tersebut, saya sendiri yang dibayar untuk membawakan program tersebut, jadi bukannya saya yang bayar,” aku Yusril sembari tersenyum.

Saat ditanya berapa Yusril dibayar saat membawakan program tersebut, Ia dengan jujur, menyebutkan menerima honor sebesar sepuluh juta dari setiap kali tayang program “Catatan Yusril”.

Diketahui program “Catatan Yusril” adalah merupakan program unggulan yang ke 8 dari semua tayangan di TV One. Karena itu Adik kandung Bupati Beltim itu, membantah tidak ada kaitan program tersebut dengan kegiatan kampanyenya untuk Pilgub DKI Jakarta.

“Mungkin anda sendiri sudah lihat tanyangan program tersebut, dari mulai tema Agama dan politik, LGBT. Dan minggu ini Kita juga akan mengupas masalah Palestina, kan tak ada mengisahkan tentang program DKI Jakarta kedepan,” sebutnya.

Di program Catatan Yusril kali ini, dengan topik “Palestina”, di sini Yusril akan banyak menjelaskan tentang Palestina seperti apa dan lain sebagainya.

“Saya bisa berkomentar tentang Palestina, karena Saya sebelumnya pernah jadi ketua panitia penyelenggara Konfrensi Asia Afrika ke II. Jadi Saya tahu bagaimana tentang negara itu, juga saat menjadi Menteri Kehakiman, Mensesneg pada saat itu. Jadi saya cukup paham dengan persoalan persoalan luar negeri, dan saya rasa topik yang akan diangkat pada program Catatan Yusril tersebut sangat lah dipahami,” tandasnya. (feb)